Alur Pengujian Mudah

Alur Pengujian Mudah

Periksakan produk pangan asal hewan dan olahan yang ingin anda uji di sini Klik »

Administrasi Mudah dan Nyaman

Administrasi Mudah dan Nyaman

Pelayanan cepat dan nyaman Klik »

Laboratorium Terakreditasi

Laboratorium Terakreditasi

Laboratorium kami terakreditasi ISO/IEC 17025:2008 Klik »

Telah hadir buku Cara Pintar Pilih Pangan Asal Hewan

Telah hadir buku Cara Pintar Pilih Pangan Asal Hewan

Silahkan di klik untuk mendownload. Gratis Klik »

Bebas Gratifikasi dan Korupsi

Bebas Gratifikasi dan Korupsi

Kami bebas dari Gratifikasi dan Korupsi. Siap melayani anda dengan profesional. Klik »

 

Sosialisasi E- Kinerja

IMG_0278 (2)

Dalam meningkatkan Integritas Aparatuir Sipil Negara (ASN), Kementerian Pertanian terus melakukan inovasi agar dapat meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat.  Baru- baru ini telah diluncurkan aplikasi berbasis online berupa e-kinerja, sesuai dengan  UU 43 Tahun 1999 Pasal 12 ayat 2 yang mengamanatkan Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) bertujuan untuk menjamin objektifitas pembinaan PNS yang dilakukan berdasarkan sistem prestasi kerja & sistem karier, yang dititikberatkan pada sistem prestasi kerja. Penilaian prestasi kerja PNS diarahkan sebagai  pengendalian perilaku kerja produktif yang disyaratkan untuk mencapai hasil kerja yg disepakati. Penilaian prestasi kerja PNS dilakukan berdasarkan prinsip objektif, terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan.

Kinerja dan Fokus Program Pembangunan Pertanian Tahun 2015-2019

Sebuah Kata Pengantar dari Menteri Pertanian

Andi Amran Sulaiman

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga buku Kinerja dan Fokus Program Pembangunan Pertanian Tahun 2015-2019 dapat tersusun sebagai informasi kerja nyata pemerintah di sektor pertanian. Dalam hal ini, Kementerian Pertanian telah melaksanakan kebijakan pembangunan pertanian yang diantaranya mencakup penyempurnaan regulasi, pembangunan infrastruktur, peningkatan produksi, investasi dan hilirisasi, tata niaga domestik, serta pengendalian impor, dan pendorongan ekspor.
Berbagai kebijakan dan upaya telah ditempuh untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani, serta mewujukan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Program-program terobosan dijalankan berdasarkan kondisi lapangan melalui pendekatan kesisteman. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian telah menyusun kebijakan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Sosialisasi Pelaksanaan Pendampingan UPSUS SIWAB Tahun 2017

IMG_005111

Dalam rangka peningkatan wawasan petugas pendamping dan pengawalan untuk mendukung Kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) di provinsi Sumatera Utara, BPMSPH menyelenggarakan sosialisasi pelaksanaan pendampingan Upsus Siwab di Pusat Gedung Bimtek BPMSPH tanggal 16 Februari 2017 yang dihadiri oleh Tim Upsus Siwab dari BPMSPH susuai dengan Surat Keputusan Kepala BPMSPH.

Harmonisasi Kegiatan dan Anggaran UPSUS SIWAB Provinsi Sumatera Utara

IMG_0196

Pertemuan Harmonisasi Pelaksanaan UPSUS SIWAB di Propinsi Sumatera Utara diselenggarakan di Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan ( BPSMPH ) yang dilaksankan pada tanggal 13 Pebruari 2017.
Pertemuan yang diawali dengan sambutan selamat datang dari Kepala BPSMPH yang dilanjutkan dengan paparan oleh Kepala BBPTU HPT dan Kepala Balai Inseminasi Buatan Daerah Propinsi Sumatra Utara yang dilanjutkan dengan diskusi. Acara pertemuan harmonisasi kegiatan UPSUS SIWAB Sumatra Utara ini dihadiri oleh 27 perwakilan dari BPSMPH, Balai Veteriner Medan,

PENDUGAAN UMUR SIMPAN PRODUK PANGAN ASAL HEWAN ASAL HEWAN (PAH) DENGAN MODEL ARRHENIUS DAN PELABELAN DALAM KEMASAN

Oleh: R. Irsyad Fauzi

as

PENDAHULUAN

Kriteria atau  komponen  mutu  yang penting pada produk pangan asal hewan salah satunya adalah umur simpan. Peraturan mengenai penentuan dan labelisasi umur simpan atau masa kadaluarsa bahan pangan asal hewan  terdapat dalam  UU Pangan asal hewan No.7 Pasal 30 tahun 1996 dan PP No. 69 Pasal 3 tahun 1999. Pengertian umur simpan adalah waktu yang diperlukan oleh produk pangan dalam  kondisi penyimpanan tertentu untuk dapat mencapai tingkatan degradasi mutu tertentu. (Floros, 1993) dalam (Herawati, 2008)

PARAMETER UMUR SIMPAN

Menurut Rahayu et al. (2003) bahwa mutu produk dianggap dalam  keadaan 100% (usable quality) pada saat baru diproduksi dan akan menurun selama penyimpanan, maka suatu saat nilainya akan mendekati titik tertentu dimana kualitas yang diharapkan tersebut tidak dimiliki lagi oleh produk pangan asal hewan tersebut. Selama penyimpanan dan distribusi, produk pangan asal hewan akan mengalami kehilangan bobot, nilai pangan asal hewan, mutu, nilai uang, daya tumbuh, dan kepercayaan. Usable quality dari produk pangan asal hewan dapat berupa atribut seperti tekstur, flavor, warna, penampakan khas atau khusus, nilai gizi, dan standar mikrobiologis (jumlah dan jenis mikroba tertentu).