Alur Pengujian Mudah

Alur Pengujian Mudah

Periksakan produk pangan asal hewan dan olahan yang ingin anda uji di sini Klik »

Administrasi Mudah dan Nyaman

Administrasi Mudah dan Nyaman

Pelayanan cepat dan nyaman Klik »

Laboratorium Terakreditasi

Laboratorium Terakreditasi

Laboratorium kami terakreditasi ISO/IEC 17025:2008 Klik »

Telah hadir buku Cara Pintar Pilih Pangan Asal Hewan

Telah hadir buku Cara Pintar Pilih Pangan Asal Hewan

Silahkan di klik untuk mendownload. Gratis Klik »

Bebas Gratifikasi dan Korupsi

Bebas Gratifikasi dan Korupsi

Kami bebas dari Gratifikasi dan Korupsi. Siap melayani anda dengan profesional. Klik »

 

Update Terbaru : Buletin, Peta Statistik Terbaru

Buletin Edisi 1 Vol. 7: https://drive.google.com/open?id=0B9rD9LpAa19eVXhiU2VvNEd4TUk

cover-depan-v1

  1. Pengetahuan Kalibrasi dan Pemeliharaan Peralatan Laboratorium
  2. Antara Susu UHT, Susu Pasteurisasi dan Susu Bubuk, Mana Yang Lebih Baik?
  3. Pengelolaan dan Pengolahan Limbah Laboratorium
  4. Minimisasi Limbah dari Laboratorium
  5. Teknik Lain Untuk Memperbanyak DNA Dengan Menggunakan Metode LAMP
  6. Mengenal Prinsip, Terminologi dan Aplikasi RT-PCR
  7. Pendugaan Umur Simpan PAH dengan Model Arrhenius dan Pelabelan Dalam Kemasan
  8. Residu Pestisida pada Susu Segar

Sosialisasi ISO 9001:2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja, efektivitas dan efisiensi serta meningkatkan pelayanan, Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan  Sistem Manajemen Mutu menyelenggarakan sosialisasi ISO 9001:2015 mulai dari struktur hingga dokumentasi,.

Penerapan sistem manajemen mutu dapat memberikan berbagai manfaat bagi unit kerja, dapat meminimalisir kesalahan dalam suatu pekerjaan yang berarti mengurangi pekerjaan ulang dan meningkatkan produktivitas kerja yang dapat meningkatkan efisiensi unit kerja. Penerapan sistem manajemen mutu dan sertifikasinya bagi para penyedia jasa telah menjadi tuntutan dalam menghadapi pasar global yang semakin kompetitif sehingga perlu menempatkan sistem mutu pada manajemen yang dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Peresmian Gedung Pusat BIMTEK Lab. Kesmavet dan Laboratorium BPMSPH

_mg_6941

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Drh. I Ketut Diarmika, MP. meresmikan Gedung Pusat Bimbingan Teknis Kompetensi Laboraorium Kesehatan Masyarakat Veteriner  Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH) Bogor.  Acara peresmian yang dilakukan pada tanggal 19 November 2016 ini bersamaan dengan Seminar Antibiotik Awareness Week yang digelar di Gedung Pusat Bimbingan Teknis Kompetensi Laboraorium Kesehatan Masyarakat Veteriner Beliau memberikan apresiasi yang sangat baik dengan dibangunnya 2 (dua) sarana gedung tersebut.

Peresmian gedung ini secara simbolis ditandai dengan ditandatangani Batu Prasasti  dan pengguntingan pita serta pemotongan tumpeng oleh Direktur Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Drh. I Ketut Diarmika, Mp. didampingi oleh Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Drh. Sri Mukartini, MappSc. serta Kepala BPMSPH Drh. Rr. Endang Ekowati, Setelah itu dilakukan peninjauan ke-2 gedung tersebut.

Bijak dalam Penggunaan Antibiotik

img_0101

Resistensi antimikroba menjadi perhatian yang serius bagi Indonesia Khususnya Kementerian Pertanian karena ancamanya yang tidak mengenal batas-batas geografis dan berdampak pada kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, peternakan dan pertanian. Resistensi antimikroba ditandai dengan munculnya bakteri yang kebal terhadap pengobatan antibiotik  sehingga infeksi menjadi sulit disembuhkan.

_mg_6800

“ penggunaan antibiotik yang tidak bijak dan tidak rasional, baik dari sektor peternakan, perikanan, perikanan, dan kesehatan masyarakat veteriner menjadi pemicu munculnya resitensi antikikroba. Antibiotik memang dibutuhkan untuk mengobati penyakit hewan, namun pengguanaanya yang tidak bijak dan berlebihan dapat menimbulkan resitensi antimikroba” sambutan Drh. I Ketut Diarmita, MP Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dalam pembuakaan seminar bertajuk Kampanye pekan Kesadaran Antibiotik Sedunia di Gedung Aula Bimtek Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan Bogor, 19 November 2016.

Seminar yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesehatan Masyarakat, Kementerian Pertanian Bekerja sama dengan Institut Pernaian Bogor (IPB) ini mengusung tema “Membangun Kepedulian Profesional Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba Melalui Penggunaan Antibiotik yang Bijak dan Bertanggungjawab” yang merupakan puncak acara dari serangkaian acara yang berlangsung dari tanggal 14-19 November 2016.

Workshop Bimbingan Teknis Kajian Risiko Produk Hewan Berdasarkan Hasil Pengujian Salmonella,SP

img_0099-okkkkklll

img_0099-okkkkklll

Berkaitan dengan pasar bebas akan terjadi masuknya produk hewan dari luar negeri maupun antar wilayah provinsi di Indonesia  berpotensi membawa risiko masuknya penyakit hewan atau mikrobiologik yang dapat mengancam kesehatan manusia dan lingkungan di negara pengimpor. Berdasarkan perjanjian SPS-WTO, suatu negara tidak dapat menolak pemasukan hewan/produk hewan dari negara lain tanpa alasan ilmiah yang dapat dipertanggung-jawabkan. Selain dari pada itu Kegiatan perdagangan dengan lingkungan sanitasi yang tidak higiene dapat menimbulkan mikroorganisme yang dapat membahayakan kesehatan manusia, sehingga sangat diperlukan suatu pengetahuan mengenai analisis risiko yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko serta menentukan intervensi secara efektif.