Alur Pengujian Mudah

Alur Pengujian Mudah

Periksakan produk pangan asal hewan dan olahan yang ingin anda uji di sini Klik »

Administrasi Mudah dan Nyaman

Administrasi Mudah dan Nyaman

Pelayanan cepat dan nyaman Klik »

Laboratorium Terakreditasi

Laboratorium Terakreditasi

Laboratorium kami terakreditasi ISO/IEC 17025:2008 Klik »

Telah hadir buku Cara Pintar Pilih Pangan Asal Hewan

Telah hadir buku Cara Pintar Pilih Pangan Asal Hewan

Silahkan di klik untuk mendownload. Gratis Klik »

Bebas Gratifikasi dan Korupsi

Bebas Gratifikasi dan Korupsi

Kami bebas dari Gratifikasi dan Korupsi. Siap melayani anda dengan profesional. Klik »

 

Peresmian Gedung Pusat BIMTEK Lab. Kesmavet dan Laboratorium BPMSPH

_mg_6941

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Drh. I Ketut Diarmika, MP. meresmikan Gedung Pusat Bimbingan Teknis Kompetensi Laboraorium Kesehatan Masyarakat Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH) Bogor.  Acara peresmian yang dilakukan pada tanggal 19 November 2016 ini bersamaan dengan Seminar Antibiotik Awareness Week yang digelar di Gedung Pusat Bimbingan Teknis Kompetensi Laboraorium Kesehatan Masyarakat. Beliau memberikan apresiasi yang sangat baik dengan dibangunnya 2 (dua) sarana gedung tersebut.

Peresmian gedung ini secara simbolis ditandai dengan ditandatangani Batu Prasasti  dan pengguntingan pita serta pemotongan tumpeng oleh Direktur Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Drh. I Ketut Diarmika, Mp. didampingi oleh Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Drh. Sri Mukartini, MappSc. serta Kepala BPMSPH Drh. Rr. Endang Ekowati, Setelah itu dilakukan peninjauan ke-2 gedung tersebut.

Bijak dalam Penggunaan Antibiotik

img_0101

Resistensi antimikroba menjadi perhatian yang serius bagi Indonesia Khususnya Kementerian Pertanian karena ancamanya yang tidak mengenal batas-batas geografis dan berdampak pada kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, peternakan dan pertanian. Resistensi antimikroba ditandai dengan munculnya bakteri yang kebal terhadap pengobatan antibiotik  sehingga infeksi menjadi sulit disembuhkan.

_mg_6800

“ penggunaan antibiotik yang tidak bijak dan tidak rasional, baik dari sektor peternakan, perikanan, perikanan, dan kesehatan masyarakat veteriner menjadi pemicu munculnya resitensi antikikroba. Antibiotik memang dibutuhkan untuk mengobati penyakit hewan, namun pengguanaanya yang tidak bijak dan berlebihan dapat menimbulkan resitensi antimikroba” sambutan Drh. I Ketut Diarmita, MP Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dalam pembuakaan seminar bertajuk Kampanye pekan Kesadaran Antibiotik Sedunia di Gedung Aula Bimtek Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan Bogor, 19 November 2016.

Seminar yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesehatan Masyarakat, Kementerian Pertanian Bekerja sama dengan Institut Pernaian Bogor (IPB) ini mengusung tema “Membangun Kepedulian Profesional Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba Melalui Penggunaan Antibiotik yang Bijak dan Bertanggungjawab” yang merupakan puncak acara dari serangkaian acara yang berlangsung dari tanggal 14-19 November 2016.

Workshop Bimbingan Teknis Kajian Risiko Produk Hewan Berdasarkan Hasil Pengujian Salmonella,SP

img_0099-okkkkklll

img_0099-okkkkklll

Berkaitan dengan pasar bebas akan terjadi masuknya produk hewan dari luar negeri maupun antar wilayah provinsi di Indonesia  berpotensi membawa risiko masuknya penyakit hewan atau mikrobiologik yang dapat mengancam kesehatan manusia dan lingkungan di negara pengimpor. Berdasarkan perjanjian SPS-WTO, suatu negara tidak dapat menolak pemasukan hewan/produk hewan dari negara lain tanpa alasan ilmiah yang dapat dipertanggung-jawabkan. Selain dari pada itu Kegiatan perdagangan dengan lingkungan sanitasi yang tidak higiene dapat menimbulkan mikroorganisme yang dapat membahayakan kesehatan manusia, sehingga sangat diperlukan suatu pengetahuan mengenai analisis risiko yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko serta menentukan intervensi secara efektif.

BPMSPH dalam Hari Pangan Sedunia (HPS)

img-20161029-wa0027

img-20161029-wa0027

Hari pangan Sedunia (HPS) yang diadakan di Alun-alun Kabupaten Boyolali, Komplek Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Peringatan Hari Pangan Sedunia yang ke-36 Tingkat Nasional ini dilaksanakan pada tanggal 28 hingga 29 Oktober 2016 mengangkat Tema “Membangun Kedaulatan Pangan Berkelanjutan Mengantisipasi Era Perubahan Iklim.”

Ada berbagai even di HPS tahun ini diantaranya adalah demo dan lomba, selain itu juga ada stand-stand Pameran yang dikuti oleh sejumlah Kementerian seperti  Kementerian Pertanian, Kelautan dan Perikanan, LH dan Kehutanan, Perindustrian, Perdagangan, Kesehatan dan Pariwisata ada lembaga  FAO;  Provinsi se Jawa, Sumatera, Bali, NTT, NTB, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua; Perum BULOG; PT Pupuk Indonesia; Perbankan dan Perusahaan Swasta. Dari total keseluruhan stand yang mengikuti HPTS tahun 2016 sebnayak 203 stand.

Expose Pelayanan Publik BPMSPH Bogor

img_20161025_154725

Ada banyak cara Pemerintah dalam mensukseskan reformasi birokrasi di tubuh kementerian atau lembaga pemerintahan, terkait dengan pelayanan publik dalam hal ini Kementerian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian RI nomor 13/Permentan/KP.540/3/2015 tentang Pedoman Penilaian dan Pemberian Penghargaan Adibakti Tani bagi Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP) berprestasi dibidang Pertanian tahun 2016.

Dalam menindaklanjuti Peraturan tersebut Kementerian Pertanian lewat Biro Organisasi dan Kepegwaian Kementerian Pertanian  melaksanakan Penilaian Pelayanan Publik Bagi Unit Kerja Pelayan Publik (UKPP) dilingkungan Kementerian Pertanian yang berlangsung tanggal 24 sampai dengan tanggal 26 Oktober 2016 di Hotel Royal Amaroosa jalan Otto Iskandardinata, Kota Bogor.

Acara yang dibuka oleh Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian ini dihadiri oleh 26 Satker yang salah satunya adalah Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH) Bogor. Dalam arahanya Drs. Abdul Halim, M.Si mengharapkan semua Unit Kerja dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Dalam Meng Ekspose Pelayanan Publik, BPMSPH mendapatkan Kesempatan Hari Ke-2 tanggal 25 Oktober 2016 yang diwakili oleh Kepala BPMSPH drh. Rr. Endang Ekowati memaparkan menggunakan media slide Power Poin dan Vidio tentang sarana BPMSPH. Selain itu juga melakukan demo pengujian terhadap Pangan asal hewan berupa ayam tiren (ayam mati kemaren) ayam formalin, daging sapi dan daging celeng yang disajikan secara lugas dan cermat namun juga harus secara efektif karena presentasi dibatasi dalam waktu 30 menit yang langsung dinilai oleh tim penilai dari Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian.