Alur Pengujian Mudah

Alur Pengujian Mudah

Periksakan produk pangan asal hewan dan olahan yang ingin anda uji di sini Klik »

Administrasi Mudah dan Nyaman

Administrasi Mudah dan Nyaman

Pelayanan cepat dan nyaman Klik »

Laboratorium Terakreditasi

Laboratorium Terakreditasi

Laboratorium kami terakreditasi ISO/IEC 17025:2008 Klik »

Telah hadir buku Cara Pintar Pilih Pangan Asal Hewan

Telah hadir buku Cara Pintar Pilih Pangan Asal Hewan

Silahkan di klik untuk mendownload. Gratis Klik »

Bebas Gratifikasi dan Korupsi

Bebas Gratifikasi dan Korupsi

Kami bebas dari Gratifikasi dan Korupsi. Siap melayani anda dengan profesional. Klik »

 

Sosialisasi Pelaksanaan Pendampingan UPSUS SIWAB Tahun 2017

IMG_005111

Dalam rangka peningkatan wawasan petugas pendamping dan pengawalan untuk mendukung Kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) di provinsi Sumatera Utara, BPMSPH menyelenggarakan sosialisasi pelaksanaan pendampingan Upsus Siwab di Pusat Gedung Bimtek BPMSPH tanggal 16 Februari 2017 yang dihadiri oleh Tim Upsus Siwab dari BPMSPH susuai dengan Surat Keputusan Kepala BPMSPH.

Harmonisasi Kegiatan dan Anggaran UPSUS SIWAB Provinsi Sumatera Utara

IMG_0196

Pertemuan Harmonisasi Pelaksanaan UPSUS SIWAB di Propinsi Sumatera Utara diselenggarakan di Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan ( BPSMPH ) yang dilaksankan pada tanggal 13 Pebruari 2017.
Pertemuan yang diawali dengan sambutan selamat datang dari Kepala BPSMPH yang dilanjutkan dengan paparan oleh Kepala BBPTU HPT dan Kepala Balai Inseminasi Buatan Daerah Propinsi Sumatra Utara yang dilanjutkan dengan diskusi. Acara pertemuan harmonisasi kegiatan UPSUS SIWAB Sumatra Utara ini dihadiri oleh 27 perwakilan dari BPSMPH, Balai Veteriner Medan,

PENDUGAAN UMUR SIMPAN PRODUK PANGAN ASAL HEWAN ASAL HEWAN (PAH) DENGAN MODEL ARRHENIUS DAN PELABELAN DALAM KEMASAN

Oleh: R. Irsyad Fauzi

as

PENDAHULUAN

Kriteria atau  komponen  mutu  yang penting pada produk pangan asal hewan salah satunya adalah umur simpan. Peraturan mengenai penentuan dan labelisasi umur simpan atau masa kadaluarsa bahan pangan asal hewan  terdapat dalam  UU Pangan asal hewan No.7 Pasal 30 tahun 1996 dan PP No. 69 Pasal 3 tahun 1999. Pengertian umur simpan adalah waktu yang diperlukan oleh produk pangan dalam  kondisi penyimpanan tertentu untuk dapat mencapai tingkatan degradasi mutu tertentu. (Floros, 1993) dalam (Herawati, 2008)

PARAMETER UMUR SIMPAN

Menurut Rahayu et al. (2003) bahwa mutu produk dianggap dalam  keadaan 100% (usable quality) pada saat baru diproduksi dan akan menurun selama penyimpanan, maka suatu saat nilainya akan mendekati titik tertentu dimana kualitas yang diharapkan tersebut tidak dimiliki lagi oleh produk pangan asal hewan tersebut. Selama penyimpanan dan distribusi, produk pangan asal hewan akan mengalami kehilangan bobot, nilai pangan asal hewan, mutu, nilai uang, daya tumbuh, dan kepercayaan. Usable quality dari produk pangan asal hewan dapat berupa atribut seperti tekstur, flavor, warna, penampakan khas atau khusus, nilai gizi, dan standar mikrobiologis (jumlah dan jenis mikroba tertentu).

Update Terbaru : Buletin, Peta Statistik Terbaru

Buletin Edisi 1 Vol. 7: https://drive.google.com/open?id=0B9rD9LpAa19eVXhiU2VvNEd4TUk

cover-depan-v1

  1. Pengetahuan Kalibrasi dan Pemeliharaan Peralatan Laboratorium
  2. Antara Susu UHT, Susu Pasteurisasi dan Susu Bubuk, Mana Yang Lebih Baik?
  3. Pengelolaan dan Pengolahan Limbah Laboratorium
  4. Minimisasi Limbah dari Laboratorium
  5. Teknik Lain Untuk Memperbanyak DNA Dengan Menggunakan Metode LAMP
  6. Mengenal Prinsip, Terminologi dan Aplikasi RT-PCR
  7. Pendugaan Umur Simpan PAH dengan Model Arrhenius dan Pelabelan Dalam Kemasan
  8. Residu Pestisida pada Susu Segar

Sosialisasi ISO 9001:2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja, efektivitas dan efisiensi serta meningkatkan pelayanan, Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan  Sistem Manajemen Mutu menyelenggarakan sosialisasi ISO 9001:2015 mulai dari struktur hingga dokumentasi,.

Penerapan sistem manajemen mutu dapat memberikan berbagai manfaat bagi unit kerja, dapat meminimalisir kesalahan dalam suatu pekerjaan yang berarti mengurangi pekerjaan ulang dan meningkatkan produktivitas kerja yang dapat meningkatkan efisiensi unit kerja. Penerapan sistem manajemen mutu dan sertifikasinya bagi para penyedia jasa telah menjadi tuntutan dalam menghadapi pasar global yang semakin kompetitif sehingga perlu menempatkan sistem mutu pada manajemen yang dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.