Cara Memilih Hewan Qurban yang Sehat dan Sesuai Syariat Islam serta Tata Cara Pemotongannya

img_20160911_153653

img_20160911_153653bismillahirohmannirrohim-dan-salam

Sudahkah Anda menyiapkan hewan qurban yang terbaik? Berkurban termasuk salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi muslim yang mampu. Apakah Anda sudah memilih hewan qurban yang sesuai syariat? Hewan kurban bukanlah hewan sembarangan, karena ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi. Tidak cukup hanya sekedar sehat dan gemuk , namun harus kuat, cukup umur dan berbagai syarat lainnya.

Kami mencoba merangkum syarat-syarat hewan Qurban yang baik disertai video dan dokumen yang bisa di-download dari situs ini.

1. Perintah berqurban:

إِإِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3) ]الكوثر

1) Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat karunia yang sangat banyak. 2) Maka sholatlah karena tuhanmu dan berkurbanlah. 3) Sungguh orang yang membencimu akan terputus (dari rahmat Allah SWT) (Al-Quran Surat 108: Surat Al-Kautsar).

2. Pilih hewan qurban yang cukup umur

“Janganlah kamu menyembelih binatang ternak untuk qurban kecuali musinnah (telah ganti gigi, kupak). Jika sukar didapati, maka boleh jadz’ah (berumur 1 tahun lebih) dari domba.” (HR Muslim).

Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengetahui umur ternak antara lain adalah melihat catatan kelahiran ternak tersebut, yaitu dengan bertanya kepada pemiliknya, atau dapat dilihat dari gigi ternak tersebut. Jika gigi susunya telah tanggal (dua gigi susu yang di depan,musinnah), itu menandakan ternak tersebut telah berumur cukup umur untuk dikurbankan.

Kriteria umur : Rata-rata Kambing dan Domba 12-18 bulan, Sapi dan Kerbau 22 bulan, dan Unta 5 tahun.

3. Pilihlah hewan qurban yang sehat dan tidak cacat

 “Empat macam binatang yang tidak sah dijadikan qurban cacat matanya, sakit, pincang, dan kurus yang tidak berlemak lagi “ (HR Bukhari dan Muslim).

  1. Secara fisik memilih hewan kurban seperti sapi, kambing dan domba bisa melihat aktivitasnya. Bila pergerakannya aktif saat didekati itu berarti hewannya sehat. Gerak/temperamennya bebas, lincah, kuat, bersemangat, tidak pincang, tidak gelisah, dan selera makannya bagus.
  2. Rambut atau bulunya halus, mengkilap, tidak rontok, tidak mengalami kebotakan, tidak berdiri,tidak ada perubahan warna, tidak dihinggapi parasit kulit (caplak, tungau, kutu, dll.).
  3. Matanya bersinar dan jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air (eksudat), tidak berwarna merah (yang berarti juga tidak sedang terjadi perdarahan), dan selaput lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang.Bila ditemukan mata hewan ternak yang “belekan” dan keruh, itu berarti sedang sakit.
  4. Bentuk tubuhnya harus standar. Pengertian standar untuk sapi dan kerbau, tulang punggungnya relatif rata, tanduknya seimbang, keempat kakinya simetris, dan postur tubuhnya ideal. Postur tubuh ideal yang dimaksud, misalnya kombinasi perut, kaki depan dan belakang, kepala, dan leher seimbang.
  5. Selain itu, dapat pula dilihat pada bagian mulut. Apabila mulutnya basah sekali sehingga air liurnya banyak keluar, atau tampak di mulutnya terdapat bintil-bintil berwarna merah, tentu hewan tersebut harus diwaspadai, mungkin mengidap penyakit. Adapun ternak yang cacat adalah karena salah satu bagian dari tubuhnya hilang atau rusak, misalnya tanduknya patah sebelah, tulang kakinya patah. Sikap berdirinya tegak, kokoh, kuat, dan bertumpu pada keempat kaki.
  6. Hidung terlihat basah, bersih, dan tidak mengeluarkan cairan. Selaput lendir hidung berwarna merah terang.
  7. Mulut dan gusi bersih, tidak ngiler, tidak mengeluarkan eksudat, tidak menganga, dan tidak ada bercak-bercak perdangan.
  8. Celah kuku bersih, tidak ada luka, tidak ada peradangan, tidak ada pembengkakan.
  9. Kulitnya lentur/elastis, tidak ada penebalan, tidak ada bisul, tidak ada luka.
  10. Bagian pangkal hingga ujung ekor bersih, licin, kering. Bulu ekor lebat, bersih, dan kering.
  11. Bagian dubur/anus bersih, kering, dan tidak menunjukkan tanda-tanda diare (mencret).
  12. Hati-hati dalam memilih hewan ternak saat musim hujan. Sebab hewan rawan terkena diare dan cacingan.Biasanya pada hewan yang cacingan kulitnya terlihat kusam dan badannya kurus.
  13. Agar tidak membeli hewan ternak yang kulitnya mengalami korengan. Itu berarti hewan tersebut mengalami penyakit kulit scabies.
  14. Perhatikan hewan lesu, sekarat, dan apabila keluar darah dari semua lubang kumlah jangan pernah dipotong, karena ada kemungkinan hewan tersebut terkena Anthrax. Segera lapor petugas dinas peternakan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

4. Pemotongan hewan qurban yang sesuai dengan syariat islam dan prinsip kesejahteraan Hewan.

“Sesungguhnya Allah menetapkan ihsan pada segala sesuatu. Maka jika kamu membunuh, lakukanlah dengan cara terbaik (ihsan); jika kamu menyembelih binatang, sembelihlah dengan cara terbaik (ihsan), tajamkanlah pisaunya dan senangkanlah dia” ( HR Muslim).

Tatacara Penyembelihan Halal

  1. Hewan dirobohkan pada bagian kin dengan posisi kepala menghadap kiblat.
  2. Membaca Basmallah ketika akan menyembelih hewan.
  3. Hewan disembelih di Iehernya dengan sekali gerakan tanpa mengangkat pisau dan leher, memutuskan tiga saluran, yaitu saluran pernapasan (trachea /hulqum), saluran makanan (oesophagus / mar’i) dan pembuluh darah (vena jugularis dan arteri carotis communis sinistra-dextra / wadajain).
  1. Proses selanjutnya dilakukan setelah hewan benar dan mati
  2. Hewan yang telah disembelih digantung dengan posisi kepala di bawah dan kaki belakang diikat ke atas agar pengeluaran darah dapat berlangsung sempurna, mencegah terjadinya kontaminasi silang dan memudahkan penanganan.
  3. Saluran makana dan anus diikat, agar isi lambung dan usus tidak dicemari daging.
  4. Pengulitian hewan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, dlawali dengan membuat sayatan pada bagian tengah sepanjang kulit dada dan perut, dilanjutkan dengan sayatan pada bagian medial kakl.
  5. Isironggadadadanronggaperutdikeluarkansecarahati-hatiagardindinglambung dan usus tidak tersayat atau robek.
  6. Jeroan merah (hati, jantung, paru, limpa, ginjal) dan jeroan hijau (lambung, usus, oesophagus) dipisahkan.
  7. Pemeriksaan Postmortem terhadap daging (karkas), jeroan dan kepala dilakukan oleh Dokter Hewan dan atau Paramedik Veteriner dibawah pengawasan Dokter Hewan.
  8. Daging segera dipindahkan ke tempat khusus untuk penanganan lebih lanjut.
  9. Jeroan dicuci dengan air bersih dan Iimbah cucian tidak dibuang ke selokan atau sungai.

 

5. Penanganan Daging yang Higienis

  1. Petugas penanganan daging harus selalu menjaga kebersihan tangan, tempat dan pakaian.
  2. Tangan harus selalu dicuci dengan air bersih sebelum menangani daging apabila setelah keluar dan kamar mandi / toilel, menyentuh/ memegang alat dan bahan yang kotor, menyentuh rambut, muka, mulut, lubang telinga, lubang hidung, menggaruk dan sebelum/setelah makan,
  3. Daging harus selatu terpisah dan jeroan, jangan disatukan/ dicampur. Tempat penyimpanan, penanganan dan pemotongan daging harus terpisah dan jeroan, karena jeroan mengandung lebih banyak kuman dibandingkan dengan daging.
  4. Daging dan jeroan harus selalu dicegah terhadap pencemaran tangan, air, pisau, talenan, meja dan wadah yang kotor, lalat atau serangga lainnya serta alas daging yang kotor.
  5. Gunakan alas plastik yang bersih dan selalu dijaga kebersihannya untuk menyimpan daging danjeroan. Daging dan jeroan jangan diletakkan langsung di lantai atau meja, tetapi di atas alas plastik atau di dalam wadah yang bersih.
  6. Bagikan potongan daging dalam kantong atau wadah yang bersih dan terpisah dan jeroan.
  7. Usahakan daging dan jeroan tidak dibiarkan tersimpan pada suhu ruangan/ kamar (25-30 °C) lebih dan 4 jam. Daging harus segera didistribusikan kepada yang berhak agar tidak cepat busuk.

Untuk lebih lengkapnya anda juga bisa mendownload e-book berikut:

      1. Antemortem dan Postmortem Qurban
      2. Tata Cara Pemotongan Hewan Qurban dan Kesejahteraannya

Sekian informasi dan tips mengenai Qurban. Mohon maaf bila ada informasi yang salah atau beda pemahaman. Kami terbuka untuk dikritik dan dikomentari. Mudah-mudahan artikel ini dapat bermanfaat untuk anda semua. Aamiin… Selamat menyambut Hari Idul Adha 1437H

wallahu-alam-bishowab-dan-wassalamualaikum

Sumber-Sumber Artikel :

    1. Al-Qur’an
    2. Al-Hadist
    3. Pedoman Penyembelihan Hewan Qurban yang Baik dan Halal (Ditjen PKH Kementan dan Ditjen BMI Kemenag)
    4. Antemortem dan Postmortem Qurban (FKH-IPB)
    5. Qurban dan Kesejahteraan Hewan (Ditjen PKH Kementan)
    6. Pedoman Teknis Pemilihan dan Penyembelihan Hewan Qurban Prov. DKI Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

88 − = 84