Category Archives: Artikel

Rumusan Rapat Evaluasi Kegiatan UPSUS SIWAB Wilayah Pendampingan BPMSPH Tahun 2017

Pertemuan Rapat Evaluasi Kegiatan UPSUS SIWAB Wilayah Kerja Pendampingan/Pengawalan BPMSPH di Provinsi Sumatera Utara (Kota Tanjung Balai, Kota Pematangsiantar dan Labuhan Batu Utara) Tahun 2017 telah dilaksanakan pada tanggal 21 – 22 November 2017.

Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematang Siantar yang diwakili oleh Kepala Bidang Peternakan, Kepala BBPTUHPT Baturaden yang diwakili Kepala Seksi Pelayanan Teknis BBPTUHPT, Kepala Balai Veteriner Medan, Sekretariat Nasional UPSUS SIWAB, Prof. DR. Drh. Iman Supriatna (Fakultas Kedokteran Hewan IPB), Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Tanjung Balai yang diwakili Kepala Bidang Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Tanjung Balai, Kepala UPT Aneka Ternak dan Hewan Kesayangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, Pejabat Eselon III dan IV yang membidangi Fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan di Provinsi Sumatera Utara, Kota Tanjung Balai dan Kota Pematang Siantar, Ikatan Inseminator Indonesia (INKINDO) Provinsi Sumatera Utara serta Para Inseminator, ATR, PKB dan Data Decorder Kota Tanjung Balai dan Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Labuhan Batu Utara.

Sosialisasi E- Kinerja

IMG_0278 (2)

Dalam meningkatkan Integritas Aparatuir Sipil Negara (ASN), Kementerian Pertanian terus melakukan inovasi agar dapat meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat.  Baru- baru ini telah diluncurkan aplikasi berbasis online berupa e-kinerja, sesuai dengan  UU 43 Tahun 1999 Pasal 12 ayat 2 yang mengamanatkan Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) bertujuan untuk menjamin objektifitas pembinaan PNS yang dilakukan berdasarkan sistem prestasi kerja & sistem karier, yang dititikberatkan pada sistem prestasi kerja. Penilaian prestasi kerja PNS diarahkan sebagai  pengendalian perilaku kerja produktif yang disyaratkan untuk mencapai hasil kerja yg disepakati. Penilaian prestasi kerja PNS dilakukan berdasarkan prinsip objektif, terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan.

Sosialisasi Pelaksanaan Pendampingan UPSUS SIWAB Tahun 2017

IMG_005111

Dalam rangka peningkatan wawasan petugas pendamping dan pengawalan untuk mendukung Kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) di provinsi Sumatera Utara, BPMSPH menyelenggarakan sosialisasi pelaksanaan pendampingan Upsus Siwab di Pusat Gedung Bimtek BPMSPH tanggal 16 Februari 2017 yang dihadiri oleh Tim Upsus Siwab dari BPMSPH susuai dengan Surat Keputusan Kepala BPMSPH.

Harmonisasi Kegiatan dan Anggaran UPSUS SIWAB Provinsi Sumatera Utara

IMG_0196

Pertemuan Harmonisasi Pelaksanaan UPSUS SIWAB di Propinsi Sumatera Utara diselenggarakan di Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan ( BPSMPH ) yang dilaksankan pada tanggal 13 Pebruari 2017.
Pertemuan yang diawali dengan sambutan selamat datang dari Kepala BPSMPH yang dilanjutkan dengan paparan oleh Kepala BBPTU HPT dan Kepala Balai Inseminasi Buatan Daerah Propinsi Sumatra Utara yang dilanjutkan dengan diskusi. Acara pertemuan harmonisasi kegiatan UPSUS SIWAB Sumatra Utara ini dihadiri oleh 27 perwakilan dari BPSMPH, Balai Veteriner Medan,

PENDUGAAN UMUR SIMPAN PRODUK PANGAN ASAL HEWAN ASAL HEWAN (PAH) DENGAN MODEL ARRHENIUS DAN PELABELAN DALAM KEMASAN

Oleh: R. Irsyad Fauzi

as

PENDAHULUAN

Kriteria atau  komponen  mutu  yang penting pada produk pangan asal hewan salah satunya adalah umur simpan. Peraturan mengenai penentuan dan labelisasi umur simpan atau masa kadaluarsa bahan pangan asal hewan  terdapat dalam  UU Pangan asal hewan No.7 Pasal 30 tahun 1996 dan PP No. 69 Pasal 3 tahun 1999. Pengertian umur simpan adalah waktu yang diperlukan oleh produk pangan dalam  kondisi penyimpanan tertentu untuk dapat mencapai tingkatan degradasi mutu tertentu. (Floros, 1993) dalam (Herawati, 2008)

PARAMETER UMUR SIMPAN

Menurut Rahayu et al. (2003) bahwa mutu produk dianggap dalam  keadaan 100% (usable quality) pada saat baru diproduksi dan akan menurun selama penyimpanan, maka suatu saat nilainya akan mendekati titik tertentu dimana kualitas yang diharapkan tersebut tidak dimiliki lagi oleh produk pangan asal hewan tersebut. Selama penyimpanan dan distribusi, produk pangan asal hewan akan mengalami kehilangan bobot, nilai pangan asal hewan, mutu, nilai uang, daya tumbuh, dan kepercayaan. Usable quality dari produk pangan asal hewan dapat berupa atribut seperti tekstur, flavor, warna, penampakan khas atau khusus, nilai gizi, dan standar mikrobiologis (jumlah dan jenis mikroba tertentu).