Category Archives: Artikel

Update Terbaru : Buletin, Peta Statistik Terbaru

Buletin Edisi 1 Vol. 7: https://drive.google.com/open?id=0B9rD9LpAa19eVXhiU2VvNEd4TUk

cover-depan-v1

  1. Pengetahuan Kalibrasi dan Pemeliharaan Peralatan Laboratorium
  2. Antara Susu UHT, Susu Pasteurisasi dan Susu Bubuk, Mana Yang Lebih Baik?
  3. Pengelolaan dan Pengolahan Limbah Laboratorium
  4. Minimisasi Limbah dari Laboratorium
  5. Teknik Lain Untuk Memperbanyak DNA Dengan Menggunakan Metode LAMP
  6. Mengenal Prinsip, Terminologi dan Aplikasi RT-PCR
  7. Pendugaan Umur Simpan PAH dengan Model Arrhenius dan Pelabelan Dalam Kemasan
  8. Residu Pestisida pada Susu Segar

Sosialisasi ISO 9001:2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja, efektivitas dan efisiensi serta meningkatkan pelayanan, Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan  Sistem Manajemen Mutu menyelenggarakan sosialisasi ISO 9001:2015 mulai dari struktur hingga dokumentasi,.

Penerapan sistem manajemen mutu dapat memberikan berbagai manfaat bagi unit kerja, dapat meminimalisir kesalahan dalam suatu pekerjaan yang berarti mengurangi pekerjaan ulang dan meningkatkan produktivitas kerja yang dapat meningkatkan efisiensi unit kerja. Penerapan sistem manajemen mutu dan sertifikasinya bagi para penyedia jasa telah menjadi tuntutan dalam menghadapi pasar global yang semakin kompetitif sehingga perlu menempatkan sistem mutu pada manajemen yang dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Bijak dalam Penggunaan Antibiotik

img_0101

Resistensi antimikroba menjadi perhatian yang serius bagi Indonesia Khususnya Kementerian Pertanian karena ancamanya yang tidak mengenal batas-batas geografis dan berdampak pada kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, peternakan dan pertanian. Resistensi antimikroba ditandai dengan munculnya bakteri yang kebal terhadap pengobatan antibiotik  sehingga infeksi menjadi sulit disembuhkan.

_mg_6800

“ penggunaan antibiotik yang tidak bijak dan tidak rasional, baik dari sektor peternakan, perikanan, perikanan, dan kesehatan masyarakat veteriner menjadi pemicu munculnya resitensi antikikroba. Antibiotik memang dibutuhkan untuk mengobati penyakit hewan, namun pengguanaanya yang tidak bijak dan berlebihan dapat menimbulkan resitensi antimikroba” sambutan Drh. I Ketut Diarmita, MP Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dalam pembuakaan seminar bertajuk Kampanye pekan Kesadaran Antibiotik Sedunia di Gedung Aula Bimtek Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan Bogor, 19 November 2016.

Seminar yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesehatan Masyarakat, Kementerian Pertanian Bekerja sama dengan Institut Pernaian Bogor (IPB) ini mengusung tema “Membangun Kepedulian Profesional Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba Melalui Penggunaan Antibiotik yang Bijak dan Bertanggungjawab” yang merupakan puncak acara dari serangkaian acara yang berlangsung dari tanggal 14-19 November 2016.

Workshop Bimbingan Teknis Kajian Risiko Produk Hewan Berdasarkan Hasil Pengujian Salmonella,SP

img_0099-okkkkklll

Berkaitan dengan pasar bebas akan terjadi masuknya produk hewan dari luar negeri maupun antar wilayah provinsi di Indonesia  berpotensi membawa risiko masuknya penyakit hewan atau mikrobiologik yang dapat mengancam kesehatan manusia dan lingkungan di negara pengimpor. Berdasarkan perjanjian SPS-WTO, suatu negara tidak dapat menolak pemasukan hewan/produk hewan dari negara lain tanpa alasan ilmiah yang dapat dipertanggung-jawabkan. Selain dari pada itu Kegiatan perdagangan dengan lingkungan sanitasi yang tidak higiene dapat menimbulkan mikroorganisme yang dapat membahayakan kesehatan manusia, sehingga sangat diperlukan suatu pengetahuan mengenai analisis risiko yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko serta menentukan intervensi secara efektif.

BPMSPH dalam Hari Pangan Sedunia (HPS)

img-20161029-wa0027

Hari pangan Sedunia (HPS) yang diadakan di Alun-alun Kabupaten Boyolali, Komplek Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Peringatan Hari Pangan Sedunia yang ke-36 Tingkat Nasional ini dilaksanakan pada tanggal 28 hingga 29 Oktober 2016 mengangkat Tema “Membangun Kedaulatan Pangan Berkelanjutan Mengantisipasi Era Perubahan Iklim.”

Ada berbagai even di HPS tahun ini diantaranya adalah demo dan lomba, selain itu juga ada stand-stand Pameran yang dikuti oleh sejumlah Kementerian seperti  Kementerian Pertanian, Kelautan dan Perikanan, LH dan Kehutanan, Perindustrian, Perdagangan, Kesehatan dan Pariwisata ada lembaga  FAO;  Provinsi se Jawa, Sumatera, Bali, NTT, NTB, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua; Perum BULOG; PT Pupuk Indonesia; Perbankan dan Perusahaan Swasta. Dari total keseluruhan stand yang mengikuti HPTS tahun 2016 sebnayak 203 stand.